SAMPIT, RADARSAMPIT.NET - Banyak cara yang dilakukan untuk mengenalkan budaya dan adat Dayak Kalimantan,
salah satunya melalui Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dilakukan SMKN 1
Sampit. Sebanyak 358 siswa ketika mengikuti MOS diwajibkan mengenakan Lawung
dan bulu asli Burung Tingang.

Menurutnya,
yang menjadi siswa baru di SMKN 1 Sampit tidak semua berasal dari Kalimantan
melainkan ada juga dari luar Pulau ini seperti Jawa. “Jadi, tidak secara
langsung kita juga ikut memperkenalkan dan melestarikan budaya adat dayak
Kalimantan kepada siswa baru yang bukan dari Kalimantan,” ujar guru Pendidikan
Agama Islam (PAI) SMKN 1 Sampit ini.
Para
peserta MOS ini bukan hanya mengenakan budaya adat dayak Kalimantan melainkan
juga mengenakan beragam bahan limbah yang tidak terpakai seperti plastik dan
kardus. Kalau plastik dibentuk menjadi tas dan kardus dijadikan sebagai atribut
nama siswa. “Mengenai sepatu dan kaos kaki kita serahkan kepada siswa baru
dalam artian tidak membebani,” tegasnya.


Para peserta MOS terlihat semangat ketika
mengikuti berbagai permainan yang disiapkan oleh panitia penyelenggara. Tepuk
tangan dan tegang juga ikut mewarnai setiap permainan yang dimainkan oleh
perwakilan masing-masing jurusan. Seperti lomba memasukan baut menggunakan
obeng, pada perlombaan ini peserta terlihat tangannya gemetaran dan gugup
ketika menyusun baut satu persatu menjadi bertingkat. “Yang jelas, dalam
penyelenggaraan MOS di SMKN 1 Sampit semuanya mengarah pada edukatif,” sebut
Pahnai. (fin)
Editor : Widodo
sumber : radarsampit.net
0 komentar:
Posting Komentar